Join The Community

Selamat datang

situs ini kami jual dengan cara lelang.

yang berminat silakan hubungi kami via email :pasar@pasarkayu.com

Salam

yohanes sutarto

harga awal Rp 9.000,- [ syarat dan ketentuan yang berlaku ]

Sabtu, 27 November 2010

Molor, Terminal Kayu Kendal Kelar 2010

Molor, Terminal Kayu Kendal Kelar 2010
Rencana pembangunan terminal kayu di Kendal sudah dicetuskan sejak 2004.
Rabu, 17 Juni 2009, 11:46 WIB
Hadi Suprapto, Elly Setyo Rini


VIVAnews - Terminal kayu terpadu (TKT) di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, yang rencananya bisa dioperasikan pada 2008 ternyata harus tertunda hingga pertengahan 2010.

"Terminal kayu yang di Kendal seharusnya pada 2008 sudah selesai, tapi karena ada beberapa masalah, seperti Bupati ditahan dan pergantian gubernur, jadi tertunda," kata Menteri Perindustrian Fahmi Idris di sela-sela Breakfast Meeting Pembangunan Terminal Kayu Terpadu dan Pusat Pengolahan Industri Rotan Terpadu di kantor Departemen Perindustrian, Jalan Gatot Subroto Jakarta, Rabu 17 Juni 2009.

Fahmi memperkirakan, terminal kayu di Kendal akan selesai pada pertengahan 2010. "Waktu peresmian jembatan Suramadu, sempat bertemu Pak Bibit (Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo) dan dia minta disegerakan juga," katanya.

Menurut Fahmi, rencana pembangunan terminal kayu di Kendal sudah dicetuskan sejak 2004. Namun dalam prosesnya baru pada tahun 2008 dilakukan penandatanganan kesepakatan antara Departemen Perindustrian dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kabupaten Kendal.

Departemen Perindustrian pada tahun anggaran 2008 telah menyediakan dana sebesar Rp 13 miliar - Rp 14 miliar untuk pengadaan mesin dan peralatan. Sedangkan Pemerintah Jawa Tengah menyediakan bangunan, dan Pemerintah Kendal menyediakan lahan seluas 4,8 hektar. Fahmi memperkirakan pembangunan terminal kayu mencapai Rp 70 miliar - Rp 100 miliar.

Pada tahun anggaran 2008, telah dibangun satu unit alat pengering kayu di lokasi terminal kayu Kendal, namun untuk pengadaan mesin atau peralatan tertunda, mengingat bangunan sawmill belum tersedia.

"Untuk itu, pada tahun anggaran 2009, anggaran Departemen Perindustrian yang semula untuk pengadaan mesin dan peralatan harus direvisi untuk pengadaan mesin dan peralatan serta pembangunan gedung pabrik/sawmill," kata Fahmi.

Wakil Bupati Kendal Siti Nurmarkesih mengaku terminal kayu di Kendal cukup feasibel karena aspek bisnis sudah memenuhi. "Di sebelah terminal kayu sudah dibangun pelabuhan antar pulau yang memuluskan rencana jalan tol Semarang-Batang," kata dia.
• VIVAnews

0 komentar:

Posting Komentar

silakan ini komentar anda