Join The Community

Selamat datang

situs ini kami jual dengan cara lelang.

yang berminat silakan hubungi kami via email :pasar@pasarkayu.com

Salam

yohanes sutarto

harga awal Rp 9.000,- [ syarat dan ketentuan yang berlaku ]

Minggu, 28 November 2010

Terminal Kayu Terpadu Perlu Dikaji Ulang

Terminal Kayu Terpadu Perlu Dikaji Ulang
Kamis, 28 Jan 2010 17:45:07 WIB | Oleh : Icas
ANTARA - Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo meminta rencana pembangunan terminal kayu terpadu di Kabupaten Kendal, dikaji ulang, karena hingga saat ini tidak ada kejelasannya.
"Hal ini berkaitan dengan prospek industri kayu ke depan, sehingga butuh pengkajian yang lebih mendalam," kata Bibit, di Semarang, Kamis.

Menurut dia, pembangunan terminal kayu terpadu pertama di Indonesia ini ditujukan untuk mempermudah sektor industri memperoleh bahan baku yang lebih murah dari wilayah Kalimantan.

Namun, lanjut dia, untuk memperoleh kayu saat ini sudah cukup mudah dan kegiatan pembalakan liar juga sudah relatif reda.

Kejelasan mengenai rencana pembangunan terminal kayu ini, kata dia, sepenuhnya berada di tangan Bupati Kendal.

"Soal perkembangan pembebasan lahan dan perizinan silakan tanya langsung ke Bupati Kendal," katanya.

Meski hingga saat ini tidak ada kejelasan terhadap pembangunan terminal, gubernur menegaskan, tidak akan memindah lokasi Terminal Kayu Terpadu tersebut.

Menurut dia, terdapat beberapa daerah yang menyatakan kesiapannya untuk membangun terminal kayu terpadu ini.

Namun, lanjut dia, dilihat dari letak wilayah, pembangunan di wilayah Kendal dinilai masih cukup sesuai.

Sebelumnya, Koordinator Gerakan Perubahan Daerah Kendal, Khumaedi, menyatakan, rencana pembangunan terminal itu harus ditunda terlebih dahulu hingga proses hukum tentang dugaan korupsi atas pengadaan tanah untuk terminal itu tuntas.

Ia mengatakan, Markas Besar Polri telah menetapkan Sekretaris Tim Pengadaan Tanah untuk Terminal Kayu Terpadu, Anggit Eko Sulistyo Budi, sebagai tersangka dugaan korupsi dengan kerugian negara mencapai lima miliar rupiah.

"Sebelum kasus ini tuntas, sebaiknya proses pembangunan terminal ini ditunda," katanya.

Pihak Pemerintah Kabupaten Kendal telah menyanggupi menyediakan lahan seluas 2,1 hektare untuk pembangunan terminal itu.

Pihak Kementerian Perindustrian dan Pemprov Jateng telah menyanggupi hibah bantuan sejumlah mesin dan pembangunan sarana-prasarana terminal dengan total dana Rp60 miliar.

Namun, hingga akhir 2009, pembangunan terminal itu tidak terwujud karena pengadaan lahan belum tuntas. h

0 komentar:

Posting Komentar

silakan ini komentar anda